Syarat Ideal Senapan PCP

Syarat Ideal Senapan PCP

Saya perlu membagikan tulisan saya mengenai “syarat ideal senapan PCP” ini. Tulisan ini saya bagikan pada kesempatan kali ini dengan tujuan untuk dapat membantu teman-teman menimbang secara lebih obyektif dan rasional sebelum ingin membeli sebuah senapan angin PCP.

Faktor Safety

Senapan PCP merupakan salah satu jenis senapan yang mematikan. Dalam hal ini bisa mematikan hewan buruan atau bisa juga untuk mematikan pengguna senapan angin PCP itu sendiri. Megapa demikian? Hal ini karena tekanan angin yang telah tersimpan dalam tabung senapan tersebut mempunyai kekuatan 100 kali lebih tekanan dari sebuah ban mobil keluarga.

Apabila tekanan sebuah ban mobil keluarga 30 PSI, maka untuk tekanan udara dalam tabung senapan angin PCP bisa 10 kalinya bahkan lebih, sekitar 2500 sampai 3000 PSI. Dan jika daya ledak dari sebuah ban mobil mampu utuk membuat tumbang sebuah mobil hingga seberat 1,5 ton, kemudian apa yang terjadi apabila tekanan sebesar 100 kali ban sebuah mobil meledak tepat di depan kita? Bisa Anda bayangkan tentu akan sangat mengerikan.

Saya harus menyampaikan tentang gambaran yang sangat “mengerikan” tersebut karena saya pribadi sudah berada berada tepat di bagian samping tabung kompressor sebuah mobil keluarga dengan teknanan sekitar 300 PSI atau 10 kali tekanan sebuah ban mobil. Sangat mengerikan sekali jika mengingat kejadian tersebut.

Pecahan tabung tersebut mampu untuk mematahkan 3 buah kaki meja dan bahkan bisa menembus semen batako setebal 10 cm. Parahnya lagi daya ledaknya tersebut bisa membuat ruangan sebesar 3 x 6 bisa ambruk seketika. Sementara untuk suaranya mampu terdengar sampai radius 200 m2. Maka dari itu, penting sekali untuk memperhatikan faktor keamanan sebelum membeli sebuah senapan PCP.

Untuk dapat menjamin keamanan pengguna, tabung senapan angin harus mempunyai syarat kekuatan ideal. Harus terbuat dari bahan dengan kualitas terbaik yang tidak gampang berkarat. Bahan yang umumnya digunakan gunsmith dibuat dari 3 jenis bahan seperti tabung alumunium (dural), baja (steel), dan titanium.

Masing-masing tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan yang tersendiri. Jika dilihat dari segi berat, pastinya tabung baja jauh lebih berat jika dibandingkan dengan tabung titanium ataupun tabung alumunium.

Tetapi dari segi harga, tabung alumuium jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan tabung baja. Sedangkan dari ketahanan, tabung alumunium lebih tahan terhadap karat atau korosi daripada tabung baja. Sementara itu, yang paling terbaik adalah tabung titanium, tetapi untuk harganya paling mahal.

Saya disini lebih merekomendasikan untuk menggunakan tabung dural yang memiliki ketebalan minimal 5 mm, dan tabung steel dengan ketebalan minimal sekitar 3 mm. Apapun tabung yang Anda pilih maka harus selalu pastikan bahwa tabung yang digunakan merupakan tabung baru, bukan tabung senapan bekas yang telah direkondisi.

Demi keamanan Anda nantinya maka bisa langsung ditanyakan kepada gunsmith beberapa milimeter ketebalan dari tabung senapan tersebut dan apakah merupakan tabung yang tak bersambung (seamless) atau tabung yang bersambung. Apabila tabung bersambung maka Anda harus sangat berhati-hati, sebab kualitas bahan las untuk penyambung rentan sekali mengalami masalah.

Faktor Akurasi

Bagian paling penting dari sebuah senapan PCP yang berhubungan langsung dengan akurasi adalah laras. Ada berbagai macam faktor yang harus dipertimbangkan seperti bahan dari laras senapan, yakni ulir laras dan kerapian ulir laras, panjang laras, diameter laras dan metode pembuatan laras.

Untuk pembuatan laras senapan ada dua macam bahan yang sering digunakan, yaitu baja dan tembaga. Laras senapan yang dibuat dari bahan dasar baja sudah pasti lebih berat jika dibandingkan dengan laras senapan yang dibuat dari tembaga.

Dilihat dari segi daya tahan, kedua bahan tersebut relatif. Laras yang terbuat dari bahan baja sangat rentan berkarat apabila kita malas dalam merawatnya. Sementara laras tembaga sangat tahan terhadap korosi daripada laras baja. Akan tetapi, ulur pada laras senapan tembaga jauh lebih cepat aus ketika bergesekan langsung dengan mimis timah daripada laras dari baja.

Untuk jenis senapan PCP, hampir semua larasnya terbuat dari baja. Sedangkan laras tembaga kebanyakan dipasangkan khusus pada senapan pompa. Hal tersebut mungkin karena ada pertimbangan secara khusus dari para gunsmith. Bisa saja faktor daya tahannya terhadap gesekan serta tekana mimis timah inilah yang dijadikan sebagai pertimbangan utama.

Berkaitan dengan ulir laras, kita harus benar-benar teliti dalam membeli sebuah senapan. Meskipun ada banyak sekali jenis ulir yaitu ulir 6, 8, dan 12. Tetapi jenis ulir tidak memberikan pengaruh besar pada akurasi senapan untuk jarak tembak yang normal, yaitu 20 sampai 50 meter. Terkecuali untuk tembakan long range yang dimana 50 meter lebih.

Yang harus diperhatikan adalah kerapihan dalam pembuatan ulir. Ulir senapan yang bagus maka akan terlihat mengkilat, dan tidak mengalami cacat sedikitpun. Untuk melihat bagus atau tidaknya maka bisa dilakukan dengan cara mengarahkan bagian ujung laras senapan ke cahaya lampu kemudian mengintip bagian ujungnya. Dengan demikian kita bisa melihat secara langsung apakah ulir laras terlihat mengikilat atau bahkan mengalami cacat seperti karat misalnya.

Supaya lebih obyektif para penembak pada umumnya akan menguji kerapian ulir laras senapan dengan cara memasukkan peluru kemudian menembakkannya langsung ke kain yang cukup tebal atau air dalam sebuah bak,  selanjunya mengamati bekas ulir senapan yang telah melekat pada peluru tersebut.

Apabila jarak antara bekas tekanan ulir senapan konsisten, dan peluru tidak mengalami perubahan bentuk menjadi gepeng ke samping, maka berarti larasnya sudah ideal. Namun  untuk lebih meyakinkan lagi, kita bisa menguji laras dengan melakukan tembakan hingga beberapa puluh kali pada sebuah sasaran.

Dari sini bisa kita amati jarak jatuhnya peluru senapan (grouping). Apabila ia terjatuh serampangan, maka bisa dikatakan bahwa laras tersebut memiliki kualitas yang tidak baik. Tetapi jika peluru senapan jatuh dalam posisi yang tidak terlalu jauh maka berarti semakin larasnya.

Memang sangat sulit sekali untuk memiliki laras senapan yang mampu untuk menembus satu titik target sasaran secara konsisten. Jika misalnya ada, harganya bisa selangit.

Sebenarnya ada juga masalah dalam konteks pengujian laras senapan jika kita membeli senapan PCP  secara langsung di toko olahraga. Pengujian laras tersebut nantinya akan mengalami banyak sekali kesulitan.

Biasanya pemilik toko senapan tersebut akan merasa keberatan jika kita melakukan pengujian terhadap laras senapan dengan beberapa metode tersebut, kebanyakan toko senapan angin biasanya tidak mempunyai ruang yang cukup untuk dapat menguji tembakan pada sasaran target.

Ada beberapa toko yang berada di Pasar Baru Jakarta memang menyediakan ruangan secara khusus untuk dapat melakukan uji tembak. Tetapi tetap saja ada keterbatasan, sebab jarak sasaran target bisa dibilang sangat terbatas sekali, sekitar 3 sampai 5 meter. Pengujian akurasi untuk jarak sasaran target memang sependek itu dan tidak akan memberikan jaminan terhadap kualitas laras.

Yang paling ideal dalam pengujian laras adalah dengan cara uji tembak yang dilakukan dalam berbagai jarak tembak. Jarak sekitar 5 meter, tembakan hingga beberapa kali dan lihatlah konsistensinya. Kemudian pada jarak 10 meter, 15 meter, 20 meter, sampai dengan longe range, 50 meter up. Laras senapan dengan kualitas terbaik sudah pasti mempunyai akurasi yang konsisten dalam jarak tembak yang berbeda.

Apabila Anda melakukan uji tembak untuk dapat melihat kualitas dari laras, maka saya sarankan untuk mengujinya pada tekanan yang sama.  Hal ini dikarenakan senapan PCP lokal kebanyakan mempunyai karakter yang tidak konsisten pada setiap perubahan tekanan angin.

Kharakter Power

Dari hasil diskusi dengan Bang Qois, yang merupakan seorang sniper sekaligus seorang “dokter senapan” di Kota Pontianak, saya mengambil kesimpulan bahwa memang ada hubungan antara tekanan angin dengan tingkat akurasi senapan.

Jika tekanan angin semakin turun maka jarak tempuh peluru nantinya akan semakin rendah. Hal ini akan berakibat pada peluru yang akan jatuh lebih rendah dari sasaran.

Saran dari Bang Qois, hal tersebut dapat diatasi cukup mudah dengan cara mengenal kharakter power senapan milik kita. Siapkan waktu selama beberapa jam untuk melakukan tembakan pada sasaran tak bergerak dari tekanan yang tertinggi, misalnya saja 2500 PSI sampai ke 500 PSI.

Setiap senapan sudah pasti mempunyai kharakter yang berbeda. Bahkan para pengrajin atau pabrikan senapan yang sama sekalipun tidak bisa memberikan jaminan kesamaan kharakter power senapan yang dibuatnya.

Apabila kita sudah bisa mengenali kharakter power senapan milik kita, maka kita tidak perlu repot-repot lagi untuk menyetel teleskop dalam setiap perubahan tekanan. Cukup dengan cara mengangkat senapan angin beberapa mm dari target saja. Yang menjadi persoalan adalah pada saat power dan jatuhnya peluru senapan tidak pada posisi atas bawah, tetapi ke kiri atau ke kanan secara tidak konsisten.

Karena hal tersebut bisa saja ada faktor lainnya yang dapat mempengaruhi. Untuk permasalahan semacam ini saya tidak berani membahas sedetail mungkin, karena saya tidak memiliki informasi yang memadai.

Jenis Peluru yang Digunakan

Peluru senapan yang digunakan ternyata memberikan pengaruh cukup besar terhadap akurasi senapan. Terdapat hubungan antara berat peluru senapan yang digunakn dengan kharakter power senapan angin PCP kita. Ada juga hubungan antara bentu kepala peluru senapan dengan kharakter power dan juga jarak sasaran buruan kita.

Faktor utama yang harus diperhatikan adalah dengan membeli peluru senapan yang dibuat langsung oleh pabrik, atau istilahnya peluru branded. Hal ini karena kebanyakan pabrik besar selalu menerapkan quality control yang sangat ketat terhadap produk yang dibuatnya. Sehingga untuk resiko inkonsistensi dalam ukuran serta berat peluru senapan bisa lebih minimal.

Kedua, perhatikan pada berat peluru. Peluru senapan paling berat yang sangat populer di pasaran adalah sekitar 7 sampai 10.65 gram. Keunggulan dari peluru senapan yang paling berat terdapat pada daya rusaknya. Tetapi kelemahannya ada pada jarak tempuh. Akan tetapi, semuanya tergantung dari kharakter power senapan PCP milik kita.

Beberapa penembak yang sudah senior umumnya berbekalan 2 sampai 3 jenis peluru. Untuk berbagai macam kebutuhan.  Beda sasaran tembak ganti peluru, beda tekanan angin ganti peluru, dan beda jarak tempuh ganti peluru.

Supaya lebih menekan biasaya maka sebaiknya mencoba berbagai macam jenis peluru senapan secara kalengan. Atau jika misalnya ingin lebih efisien bisa meminta langsung beberapa jenis peluru senapan dari rekan-rekan kita. Apabila sudah merasa mantab dengan peluru senapannya maka bisa membeli dalam bentuk kalengan.

Dimensi dan Berat Senapan

Bentuk atau dimensi senapan PCP ditentukan oleh panjang dan ukuran tabung, panjang dan ukuran laras, serta model dan bahan dari popor senapan. Semua dimensi ini sangat berkaitan dengan berat senapan yang kita miliki. Hal ini berhubungan dengan keamanan, kenyamanan dan rasa percaya diri kita ketika terjun langsung untuk berburu.

Faktor utama sebagai bahan pertimbangan adalah postur tubuh, dan juga kenyamanan Anda saat memegang senapan. Untuk masalah berat senapan sendiri cukup relatif. Menurut saya yang memiliki postur tinggi kurus akan mengalami kesulitan dalam menenteng senapan dengan berat sekitar 4 kg lebih. Tetapi tidak akan menjadi masalah jika menenteng senapan yang memiliki laras sepanjang 65 cm.

Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki postur tubuh rendah 150 cm biasanya akan mengalami kesulita saat menggendong senapan dengan laras senapan sepanjang 65 cm. Maka dari itu, postur tubuh serta kemampuan kita sendiri dalam mengangkat senapan penting sekali untuk dijadikan sebagai pertimbangan utama.

Dimensi dan berat senapan juga mempunyai hubungan sangat erat sekali dengan gaya menembak kita. Banyak penembak yang lebih suka menembak dengan gaya style standing, ada pula penembak yang tidak dapat menembak dengan berdiri dan akan selalu mencari sandaran pada saat mengunci sasaran.

Bahkan ada juga yang membutuhkan monopod atau bidpod untuk dapat membantu mereka untuk mengunci sasaran. Apabila kita  merupakan tipe penembak standing shot maka untuk faktor berat senapan mempunyai pengaruh yang sangat besar. Semakin berat maka akan semakin besar sekali resiko terjadinya shake ketika mengunci sasaran. Tetapi jika terlalu ringan juga akan sangat menganggu kemantapan dalam proses pembidikan sasaran.

Faktor yang lainnya adalah faktor kemantapan. Beberapa penembak ada yang jauh lebih nyaman untuk memegang senapan dengan popor jenis klasik, tetapi ada juga yang lebih comfort dengan popor senapan jenis thumbhole. Ada juga yang merasa lebih nyaman untuk mengguakan senapan angin dengan popor jenis bullpupp yang sedang ngetrend beberapa tahun belakangan ini.

Supaya tidak kecela, kita bisa mencoba berbagai macam jenis popor senapan milik teman-teman kita atau senapan yang banyak dipajang pada toko-toko penjual seapan. Bisa Anda rasakan beratnya dan rasakan juga kemantapannya ketika membidik target sasaran. Benar-benar harus dirasakan apakah Anda merasa nyaman saat memegang senapan tersebut.

Faktor yang terakhir yaitu faktor model senapan. Beda model senapan sudah pasti beda dimensi serta beratnya. Seperti misalnya laras senapan 65 cm yang akan terlihat sangat pendek apabila dipasangkan pada popor senapan model bullpup dan akan terlihat menjadi jauh lebih panjang apabila dipasangkan pada popor senapan jenis klasik atau mouser.

Dengan mencoba model popor senapan sebanyak mungkin sebelum hendak membeli senapan merupakan sebuah langkah yang sangat tepat. Penambahan aksesoris juga bisa dilakukan demi menunjang keindahan dan kemantaban ketika berburu, misalnya saja dengan menggunakan aksesoris sticker moasy oak.

Tips Mempersiapkan Senapan PCP Baru

Banyak sekali orang yang merasa sangat kecewa dengan senapan angin PCP lokal yang baru saja dibelinya. Persoalnnya tidak jauh dari akurasi dan juga stabilitas power senapan. Dulu pernah ada seorang pembeli senapan yang tinggal di Bali bercerita kepada saya melalui ponsel mengenai permasalah pada akurasi senapan PCP yang barus saja dibelinya.

Ia mengalami masalah bahwa senapan yang baru saja dibeli tersebut tidak bisa nitik meskipun sudah menyetting teleskop hingga berkali-kali. Bahkan ia juga rela untuk mengeluarkan dana cukup besar hanya untuk membeli laras senapan import karena kehabisan akal dalam menyeleasikan permasalah yang tak kunjung akuratnya senapan yang telah ia beli.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>